December 8th, 2009 by Abu Muawiah
Nasehat Berharga Kepada Setiap Pedagang
Alhamdulillah, kami memuji-Nya, memohon pertolongan dari-Nya, dan memohon ampunan kepada-Nya. Saya bersaksi bahwa tidak ada sembahan yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu baginya dan saya juga bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya. Shalawat dan salam yang berlimpah atas beliau dan atas seluruh pengikut beliau. Amma ba’du:
Sesungguhnya mencari harta adalah perkara yang disyariatkan. Rabb kita -Azza wa Jalla- berfirman di dalam kitab-Nya yang mulia, “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: Wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak, dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).” (Ali-Imran: 14)
Dan Allah Ta’ala berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian saling memakan harta sesama kalian dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kalian.” (An-Nisaa`: 29)[1]
Maka pada ayat-ayat ini, Allah -Subhanahu wa Ta’ala- menjelaskan disyariatkannya mencari harta. Hanya saja dalam pelaksanaanya harus memperhatikan beberapa perkara. Di antara perkara terpenting yang wajib untuk diperhatikan adalah:
Hendaknya harta diperoleh dari jalan yang halal.
Allah -Subhanahu wa Ta’ala- berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepada kalian dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar hanya kepada-Nya kalian menyembah.” (Al-Baqarah: 172)
Mencari harta yang halal, di dalamnya terdapat berkah. Dalam Ash-Shahihain dari hadits Hakim bin Hizam t, bahwa Nabi bersabda:
اَلْبَيِّعَانِ بِالْخِيَارِ مَا لَمْ يَتَفَرَّقَا فَإِنْ صَدَقَا وَبَيَّنَا بُوْرِكَ لَهُمَا فِي بَيْعِهِمَا ، وَإِنْ كَذَبَا وَكَتَمَا مُحِقَتْ بَرَكَةُ بَيْعِهِمَا
“Penjual dan pembeli masih boleh melakukan khiyar sepanjang keduanya belum berpisah. Jika keduanya jujur dan menjelaskan (aib masing-masing), maka akan transaksi jual beli mereka akan diberkahi untuk mereka berdua. Tapi jika keduanya berdusta dan menutupi (aib barang), maka berkah transaksi jual beli mereka berdua akan dihapuskan.”
Rabb kita -Subhanahu wa Ta’ala- berfirman dalam kitab-Nya yang mulia, “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatan mereka.” (Al-A’raf: 96)
Setiap orang yang berilmu dan mengetahui tidak akan ragu bahwa firman Allah, “Beriman dan bertakwa,” mencakup dalam hal mencari rezeki dan mencakup seluruh aktifitas kehidupan. Maka barangsiapa yang beriman dan bertakwa kepada Allah dalam caranya mencari rezeki, serta pada apa (harta) yang dia datangi atau yang dia tinggalkan, maka Allah akan memberkahi kehidupannya, rezekinya, keluarganya, hartanya, agamanya, dan dunianya. Baca tulisan ini lebih lanjut
komentar terakhir